Jumat, 06 November 2015

LooK ArounD,

0 komentar


Untuk mengenal Allah, kita tidak hanya harus berkutat di masjid, bergulat dengan kitab-kitab Arab atau meloncat dari satu majlis ke majlis lain. Memang hal seperti ini penting, tapi masih ada cara lain yang lebih menyenangkan. Ingatkah bahwa Allah juga memiliki ayat-ayat kauniyah di samping ayat qur'aniyyah?

Ada alam untuk dipelajari, ada awan berarak di langit, ada langit yang terbentang, ada planet-planet yang beredar di orbitnya, ada matahari dan bulan yang silih berganti menyinari bumi dan masih banyak hal yang dapat kita pelajari dari alam.

Adalah Allah yang Maha Tahu dan Maha Kuasa yang telah menciptakan segala yang ada di langit dan di bumi, bukan hanya sebagai lukisan, tetapi sebagai salah satu wasilah untuk mengenalkan manusia kepada pencipta-Nya.

هو الله الخالق البارئ المصور له الأسماء الحسنى يسبح له ما في السماوات و الأرض و هو العزيز الحكيم. الحشر: 24

"Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang Membentuk Rupa, Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana." (Al-Hasyr: 24)

Sarana sudah tersedia, kita hanya harus membuka, mata, hati, dan pikiran untuk mengamati dan mempelajarinya. Jika kita sudah membuka mata, hati, dan pikiran kita untuk mentadaburi alam, kebenaran akan datang menyongsong mengarahkan kita ke jalan yang benar, mengarahkan kita ke jalan yang benar, mengarahkan kita kepada Rabb Pencipta Alam.

Sebenarnya, ayat-ayat kauniyah dan qur'aniyyah itu berhubungan satu sama lain, misalnya saja pensifatan Allah tentang penciptaan janin di perut ibunya dalam surat al-Mu'minun ayat 12-14.

"Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. Kemudian kami menjadikan air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang-belulang lalu tulang-belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Maha Suci Allah, Pencipta yang paling baik." (Al-Mu'minun: 12-14)

Allah telah mengabarkan kepada kita 14 abad yang lalu, tetapi belum ada seabad ini kita tahu. Jika alam terus dipelajari kita akan mendapati semakin banyak kecocokan antara ayat qur'ani dengan ayat kauni. Betapa lalainya kita, Allah sudah memberitahu kita 14 abad lalu, tapi masih banyak yang manusia yang tidak tahu.

Untuk memdekati batas kesempurnaan, tidak akan cukup hanya dengan mengamati alam. Kita juga harus memperbagus akhlaq dan ibadah kita di samping memperindah keimanan dalam diri. Ini semua juga tidak kalah pentingnya.



Kawan, look around your self. Look inside your self! 
***Selesaiditulispadaduapuluhsembilanjanuariduaribuduabelasketikasekolahliburkarenaadapemilihanbupatikebupatenjeparaperiodeduaribuduabelasduaributujuhbelas***

Rabu, 04 November 2015

طلب السقي

0 komentar


اللهم اجعلنا سقيا رحمة و لا تجعلنا سقيا عذاب و لا محق ولا بلاء و لا هدم ولا غرق.

اللهم على الظراب و الآكام و منابت الشجر و بطون الأدوية.

اللهم حوالينا و لا علينا.

اللهم اسقنا غيثا مغيثا هنيئا مريئا مريعا سحّا عا مّا غدقا طبقا مجللا دائما إلى يوم الدين.

اللهم اسقنا الغيث و لا تجعلنا من القنطين.

اللهم إنّ بالعباد و البلاد من الجهد و الجوع و الضنك ما لا نشكو إلاّ إليك.

اللهم انبت لنا الزرع و ادر لنا الضرع و أنزل علينا من بركات السماء و أنبت لنا من بركات الأرض و اكشف عنّا من البلاء ما لا يكشفه غيرك.

اللهم إنا نستغفرك إنّك كنت غفّارا فأرسل السماء علينا مدرارا.


Rabu, 14 Oktober 2015

كَيْفَ تَفْهَمُ الْإِسْلَامَ فَهْماً صَحِيْحاً؟

0 komentar


كارلس: أُرِيْدُ أَنْ أَسْأَلُكَ عَنِ الْإِسْلَامِ. هَلْ يُضَايِقُكَ ذلِكَ؟
أحمد   : يُسْعِدُنِيْ ذلِكَ، وَأُرَحِّبُ بِأَسْئِلَتِكَ.
كارلس: هَلْ كَانَ نَبِيُّكُمْ مُحَمَّدٌ أُمِيًّا: لَا يَقْرَأُ وَ لَا يَكْتُبُ؟
أحمد   : نَعَمْ، هذَا صَحِيْحٌ. كَانَ نَبِيُّنَا أُمِيًّا.
كارلس: إِذَنْ كَيْفَ أَتَى بِهذِهِ الْحَقَائِقَ الْعِلْمِيَّةِ، اَلَّتِيْ لَمْ يَكُنِ النَّاسُ يَعْرِفُهَا فِيْ زَمَنِهِ، وَأَثْبَتَهَا الْعِلْمُ الْيَوْمَ؟
أحمد   : لَمْ يَأْتِ بِتِلْكَ الْحَقَائِقَ الْعِلْمِيَّةِ مِنْ عِنْدِهِ. بَلْ هِيَ مِنْ عِنْدِ اللهِ. وَ هذَا دَلِيْلٌ عَلَى أَنَّهُ رَسُوْلٌ.
كارلس: سُؤَالٌ أخَرٌ: هَلِ الْإِسْلَامُ دِيْنُ الْعَرَبِ وَحْدَهُمْ؟
أحمد   : اَلْإِسْلَامُ دِيْنُ النَّاسِ جَمِيْعًا، فِيْ كُلِّ زَمَانٍ وَ مَكَانٍ. اُنْظُرْ إِلَى الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ كُلِّ الْعَالَمِ، إِنَّهُمْ شُعُوْبٌ مُخْتَلِفَةٌ فِيْ لُغَاتِهِمْ وَ أَعْرَاقِهِمْ وَ أَلْوَانِهِمْ.
كارلس: أَنَا لَا أَفْهَمُ الْإِسْلَامَ فَهْمًا صَحِيْحًا.
أحمد   : لِأَنَّكَ تَعْتَمِدُ فِيْ مَعْلُوْمَاتِكَ وَارَائِكَ دَائِمًا عَلَى كُتَّابِ مُعَادِيْنَ لِلْإِسْلَامِ . اِقْرَأْ لِكُتَّابِ مُسْلِمِيْنَ أَوْ مُحَايِدِيْنَ يَقُوْلُوْنَ الْحَقِيْقَةَ.
كارلس: وَ مَنْ هؤُلَاءِ الْكُتَّابُ الْمُحَايِدُوْنَ؟
أحمد   : إِنَّهُمْ كَثِيْرُوْنَ، وَ مِنْهُمْ: اَلْعَالِمُ الْفَرَنْسِيْ مُوْرِس بُوْ كَاي، وَالْعَالِمُ الْأَمْرِكِيُّ مَايْكل هَارت، وَ الْمُؤَرِّخُ الْبَرِيْطَانِيْ تُوْمَاس أَرْنُولُد.
كارلس: سَأَقْرَأْ لِهؤُلَاءِ الْكُتَّابِ.
أحمد   : إِذَنْ، سَتَعْرِفُ عَنِ الْإِسْلَامِ الشَّيْءَ الَكَثِيْرَ.

Rabu, 30 September 2015

Satu Paket

0 komentar
Post ini berisi satu paket.....











Paciran ini,,,,,,

Senin, 21 September 2015

Diam,

2 komentar

"Airnya habis tu, siapa yang mau ngambil......?!?!?!?!?!?"
"Ambil air po,,,, haus ni........."
"Ayolah siapa ini yang mau keluar, ambil air sekalian."
"Tahu gak dari tadi itu...................... *bicara panjang lebar*, jadi sekarang airnya habis. Itu di depan ada galon punya siapa, boleh kita pake gak."
"Gak boleh, itu bukan punya kita. Ambil sendiri aja lah kita."
"Gek ndang siapa yang mau ambil minum?????"
".........................................................."
"............................................."
"................................"
".................."
"........"

dan seterusnya,
dan seterusnya,
dan seterusnya,

"Dehidrasi," satu orang nyeletuk.

Hemat Kata

~Hebat, anak ini mampu mengungkapkannya hanya dengan satu kata. Padahal dari tadi yang lain bicaranya panjang lebar,  Benar-benar falyaqul khoiran au liyashmut.~


Minggu, 20 September 2015

Wedding Day :D

0 komentar
Mama & Bapak

Sabtu, 19 September 2015

Faktor Penyebab dan Dampak Pernikahan Sedarah

0 komentar
Faktor-faktor Penyebab Pernikahan Sedarah
Di antara faktor yang menyebabkan terjadinya pernikahan sedarah adalah:
1.      Kurang Pergaulan
Kekurangan pergaulan yang mana pada keluarga tertentu tidak dapat bergaul dengan dunia luar. Karena tidak mengenal orang lain selain anggota keluarganya, mereka menikah dengan anggota keluarga sendiri. Alasan inilah yang melatarbelakangi tradisi pernikahan sedarah dalam Suku Polahi di Gorontalo.[1]
2.      Salah Satu Anggota Keluarga Tidak Berfungsi
Tidak berfungsinya salah satu anggota keluarga merupakan salah satu penyebab terjadinya pernikahan sedarah. Di Zimbabwe, seorang ibu menikahi anaknya sendiri. Dia merasa bangga karena telah membesarkan anaknya hingga sukses dengan usahanya sendiri. Ia membesarkan anaknya sendiri karena suaminya telah meninggal.[2]
3.      Menjaga Garis Kebangsawanan dan Aset Keluarga
Hampir semua budaya menganggap pernikahan sedarah adalah sesuatu yang tabu, namun keluarga bangsawan dikecualikan di banyak masyarakat. Pernikahan sedarah merupakan salah satu cara untuk mereka untuk menjaga agar garis keturunan tetap murni dan menjaga aset keluarga. Menikah dengan sesama anggota keluarga memastikan bahwa seorang bangsawan hanya akan berbagi kekayaan, kehormatan, dan kekuasaan hanya dengan orang-orang yang memang kerabatnya.[3]

Dampak yang Muncul Akibat Pernikahan Sedarah
Di antara dampak yang muncul akibat pernikahan sedarah adalah:
1.      Dampak Medis
Semakin dekat hubungan keluarga, terdapat gen-gen penyusun individu yang semakin mirip. Apabila dalam satu keluarga terdapat gen resesif (gen yang lemah), kemudian ada anggota keluarga yang melakukan pernikahan sedarah, maka kemungkinan munculnya gen resesif pada keturunannya semakin besar.[4] Umar bin al-Khathab Raḍiyallahu ‘Anhu[5] pernah berkata kepada keluarga as-Sa’ib, "Janganlah kalian menikahi kerabat dekat, sebab yang demikian akan menurunkan anak yang lemah jasmaninya dan bodoh."[6]
2.      Dampak Psikologi
Pernikahan sedarah dapat menimbulkan tekanan psikologis karena masalah kontruksi sosial keluarga akan terganggu. Misalnya masyarakat mengenal ayah dan anak sebagai satu kesatuan, tetapi jika keduanya menikah, maka status ayah menjadi ganda, yaitu sebagai ayah sekaligus kakek.[7]
3.      Dampak Sosial
Pernikahan sedarah yang terjadi dalam suatu keluarga akan menyebabkan hancurnya nama keluarga tersebut di mata masyarakat. Keluarga tersebut dapat dikucilkan oleh masyarakat dan menjadi bahan pembicaraan di tengah masyarakat karena pernikahan sedarah dianggap tabu hampir di seluruh kebudayaan.[8]





[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Polahi, diakses pada 15 Februari 2015 M pukul 20.44 WIB.
[2] Anonim, Mengaku Saling Cinta Ibu dan Anak Ini Memutuskan Menikah, diupload pada Selasa, 10 September 2013 M pukul 09.20 WIB dalam http://www.vemale.com/relationship/keluarga/33841-mengaku-saling-cinta-ibu-dan-anak-ini-memutuskan-menikah.html, diakses pada 7 Desember 2014 M pukul 21.43 WIB.
[3] David Dobbs, Inses Kerajaan, diupload pada September 2010 M dalam http://nationalgeographic.co.id/feature/2010/09/inses-kerajaan, diakses pada 15 Februari 2015 M pukul 22.03 WIB.
[4] Sussy, Inbreeding (Kosanguinitas), http://blog.umy.ac.id/arsasih/inbreeding-kosanguinitas/, diakses pada 16 Februari 2015 M pukul 20.50 WIB.
[5]Beliau adalah Umar bin al-Khathab bin Nufail bin Abdul Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qurth bin Razah bin Adi bin Ka‘ab bin Luai al-Qurasyi al-Adawi. Kunyah beliau adalah Abu Hafsh. Ibu beliau adalah Hantamah binti Hasyim bin al-Mughirah bin Abdullah bin Umar bin Makhzum. Jadi, ibu beliau adalah sepupu Abu Jahal. Beliau lahir 13 tahun setelah Tahun Gajah. Beliau merupakan khalifah ketiga dari al-Khulafâ’ ar-Râsyidûn. Lihat Izzuddin bin al-Atsir Abu al-Hasan Ali bin Muhammad al-Jazari, juz. 4, p. 137-138.
[6] Adil Ahmad Abdul Maujud dkk, op.cit, juz. 19, p. 239.
[7] Maslahahelyumna, Incest (Perkawinan Sedarah), diupload pada 21 Desember 2011 M dalam https://biologiasyik.wordpress.com/2011/12/21/incest-perkawinan-sedarah/, diakses pada 5 Februari 2015 M pukul 09.21 WIB.
[8] Ibid.




*Barakallahu fiik ukhty.....
 
Copyright © Najma Mujaddid
Blogger Theme by BloggerThemes | Theme designed by Jakothan Sponsored by Internet Entrepreneur